Serba Serbi Squad Persib

Serba-Serbi Squad PERSIB

Sejarah selalu memberikan kita petualangan dalam berimajinasi. Orang kerapkali menandai sejarah dengan perang, perlawanan, pertikaian dan lainnya. seolah-olah di dalam sejarah tidak memiliki keterpautan satu sama lain dan saling terpenggal-penggal. Hal ini tentu saja salah kaprah. Karena sejarah sepakbola kita memberikan informas bahwa pernah terjadi suatu perjuangan menyatukan bangsa melalui sepakbola. Hal inilah yang kira-kira menjadi contoh konkret bagaimana gagasan nasionalisme dan olahraga menjadi satu. Dalam hal ini, tim PERSIB yang memiliki segudang prestasi, senyatanya lahir dari rahim nasionalisme.

 

Nama PERSIB awalnya Inlandsche Veoetbal Bond (BOIVB) pada sekitar tahun 1923. Organisasi http://liga168.com/ BIVB menjadi salah satu pemicu perjuangan kaum nasionalis. Masih tergambar jelas, tahun tahun itu merupakan tahun dimana gerakan nasionalisme bergemuruh. Seluruh penjuru Indonesia, berbondong-bondong mendirikan organisasi yang memiliki pertautan dengan gagasan nasionalisme. Nah di sini, PERSIB memainkan peran penting. Ia sebagaimana kelompok sepakbola lainnya mendorong semangat persatuan.

Squad PERSIB

 

Sosok yang menjadi kunci dalam Persib saat itu adalah Mr. Syamsudin. Ia menjadi orang yang sangat ligai mengatur organisasi. Sehingga jabatan ketua tidak di sia-sia kan untuk membangun tim tersebut menjadi berjaya di masanya. Kemudian jabatan ketua yang diberikan ke R. Atot yang merupakan anak dari pejuang Dewi Sartika. Pada kepemimpinannya, BIVB kerap berlaga di luar tandang. Beberapa kota menjadi tempatnya berlaga seperti di Yogyakarta, Jatinegara dan Jakarta.

 

BIVB kemudian turut berpartisipasi dalam kelahiran PSSI. Hal ini terjadi pada tanggal 19 April 1930 dengan klub-klub yang ada di Surabaya, Jakarta, Magelang, Madiun, Solo, dan Yogyakarta. Waktu itu perwakilan dari BIVB adalah Mr. Syamsudin. Setelah terbentuknya PSSI, sering diadakan kompetisi tahunan. Lalu BIVB lenyap dan muncul perkumpulan sepak bola lain yang diwarnai nasionalisme Indonesia yang bernama Persatuan Sepabk Bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Lalu dua perkumpulan tersebut meleburkan diri dalam satu tim yang memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai ketua umum. Dalam perkumpulan itu tergabung banyak sekali klub, yakni SIAP, Soenda, Singgalang, Diana dan masih banyak lagi.

 

Senyatanya, PERSIB menjadi tumpuan dalam menyemarakkan nasionalisme. Hal yang paling absen dalam memperbincangkan nasionalisme di Indonesia adalah soal sejarah bola. Salah satu sejarah yang tampil dalam kehadiran PERSIB adalah menyatukan masyarakat. Menjadikan olahraga sebagai alat pemersatu bangsa adalah jurus ampuh yang tidak banyak orang ketahui. Kiprah PERSIB sebagai club sepakbola memang sudah dimulai sejak kolonialisme. Pesonanya kini semakin merebak. Dan sebagaimana kita tahu, PERSIB menjadi tim di Indonesia yang diperhitungkan. Hal ini juga didasarkan pada fakta sejarah. PERSIB pernah menjadi runner up. Ini menunjukkan waktu itu, mental juara sudah ada sejak PERSIB hadir.

 

PERSIB sendiri sebagai perkumpulan sepakbola pernah mendapat tantangan karena anggapan negatif dari tim buatan Belanda. Waktu itu Voetbal Bond Bandung dan Omstreken (VBBO). Dalam perkumpulan ini, PERSIB seolah menjadi bahan olok-olokan karena dianggap tidak berkualitas. Bila dilihat, kualitas squad PERSIB memang pas-pasan. Karena ulah pemerintah Belanda yang meminggirkan PERSIB. PERSIB terpaksa menggunakan lapangan yang tidak layak pakai. Tim tersebut tidak mendapatt asupan dari pemerintah sama sekali. Namun hal ini tidak menyurutkan semua pemain untuk tetap berlatih dan bertanding. Meski pemerintah Belanda jelas-jelas ingin mematikan secara halus. PERSIB bisa bertahan sampai sekarang merupakan perjuangan yang tidak mudah. Ia pernah mendapat tantangan serius utamnya di masa Belanda.